CEGAH CORONA DENGAN KEYAKINAN IMAN
Nama : Susi Mulyawatik
Nim : 11906030
Prodi : BKI II/A
CEGAH CORONA DENGAN KEYAKINAN IMAN
Nim : 11906030
Prodi : BKI II/A
CEGAH CORONA DENGAN KEYAKINAN IMAN
Menjaga kesehatan adalah suatu kewajiban bagi saya sendiri maka dengan adanya persebaran COVID-19 atau yang dikenal sebagai virus corona yang bermula dari kota wuhan, tiongkok menjadi perhatian serius oleh para masyarakat maupun para pelajar,bahkan bagi saya sendiri sebagai mahasiswa IAIN Pontianak, yang menggunakan sistem kehadiran online karna demi menjaga kesehatan dan keselamatan mahasiswa maupun dosen IAIN Pontianak.
COVID-19 atau yang sering masyarakat kenal sebagai virus corona ini sangatlah menjadi perhatian masyarakat luas. Karna virus ini sangatlah mengganggu kesehatan bagi masyarakat mendunia, virus ini juga bisa menginfeksi sistem pernafasan manusia sehingga semua manusia sangat berhati-hati demi menjaga kesehatan mereka sendiri termasuk saya dan keluarga saya sendiri.
Tersebarnya COVID-19 di indonesia bahkan sampai begitu banyak pemberitahuan dari Fecebook, WhatsApp, Instagram yang memberitahukan bahwa semakin luasnya virus corona ini. Dan penularan COVID-19 di Indonesia bertambah secara meluas mengikuti deret ukur yang jumlahnya sangat membesar dan tak terkendali.
Sebagai mahasiswa saya pun menggunakan perkuliahan online yang berupa E-earlerning untuk mencegah terjangkitnya virus corona. Virus ini lebih berbahaya dari virus lainnya dan penyebarannya pun sangat cepat sehingga mahasiswa harus menggunakan kulian online.
Infeksi virus corona atau COVID-19 bisa mennyebabkan penderitanya mengalami gejala flu,seperti demam, pilek, batuk, sakit tenggorokan dan sakit kepala atau gejala penyakitinfeksi pernapasan berat seperti demam tinggi,batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas dan nyeri dada.
MENYIKAPI WABAH CORONA DALAM ISLAM
COVID-19 atau yang dikenal sebagai virus corona yang bermula dari kota wuhan, tiongkok menjadi perhatian serius, corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular kemanusia. Virus ini bisa menyerang siapa saja baik bayi, anak-anak,orang dewasa, lansia, ibu hamil maupun ibu menyusui. Wabah ini tak dapat diatasi dengan tepat tanpa sinergi yang baik antara individu, masyarakat dan negara. Ketiganya harus berjuang bersama dalam menghadapi bencana dengan landasan yang sama dan satu, yakni ketaqwaan kepada Allah.
Bagi seorang muslim, yang beriman kepada Allah, tentunya harus senantiasa mengingat Allah. Memperkuat keyakinan bahwa Allah Maha Pencipta dan Maha Pengatur. Segala sesuatu yang Ia ciptakan wajib tunduk pada aturan-Nya. Dan kita sebagai ummat muslim juga harus meyakini bahwa benda tak kasat mata ini juga ciptaan sang maha kuasa (Allah)
Allah SWT dalam firman-Nya sering kali memperingatkan manusia untuk mnggunakan akalnya dan memikirkan tanda-tanda kekuasaan Allah dan mengambil pelajaran darinya.
"Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta, bagaimana dia diciptakan? Dan langit, bagaimana ia ditinggikan? Dan gunung-gunung, bagaimana ia ditegakkan? Dan bumi, bagaimana ia dihamparkan? Maka berilah peringatan karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan." (QS Al Ghosiyah:17-21)
Surah diatas sudah sangat menjelaskan bahwa semua yang ada di dunia adalah ciptaan dan skenario yang diatas ( Allah) maka sebagai ummat muslim kita hanya bisa berdoa dan memohon atas dosa-dosa yang telah kita perbuat, karna semuanya tidak akan ada jika kita tidak melakukan hal yang salah.
Bagi manusia yang belum bisa untuk itu, tetaplah wajib membangun keimanan bahwa corona, makhluk yang tak kasat mata itu pun menunjukkan tanda kebesaran Allah. Betapa dunia guncang , atas kehendak-Nya semata manusia tak berdaya di hadapan makhluk kecil.
"Rasulullah pernah bersabda: Wabah thaun adalah kotoran yang dikirimkan oleh Allah terhadap sebagian kalangan bani Israil dan juga orang-orang sebelum kalian. Kalau kalian mendengar ada wabah thaun di suatu negeri, janganlah kalian memasuki negeri tersebut. Namun, bila wabah thaun itu menyebar di negeri kalian, janganlah kalian keluar dari negeri kalian menghindar dari penyakit itu." (HR Bukhari-Muslim)
Kesimpulan diatas adalah bahwa semua yang ada di dunia adalah kehendak yang diatas (Allah) jadi kita tidak boleh menghindar dari virus ini jika sudah ada disekitar kita, sebagai ummat muslim hanya bisa menyadari dan memohon kepada-Nya, atas semua yang telah kita perbuat.
Bagi seorang muslim, yang beriman kepada Allah, tentunya harus senantiasa mengingat Allah. Memperkuat keyakinan bahwa Allah Maha Pencipta dan Maha Pengatur. Segala sesuatu yang Ia ciptakan wajib tunduk pada aturan-Nya. Dan kita sebagai ummat muslim juga harus menyakini bahwa benda tak kasat mata ini juga ciptaan sang maha kuasa (Allah)
Komentar
Posting Komentar