dakwah

A.Pengertian Dakwah Tadbir
Dakwah dalam dimensi ini merupakan upaya mengaktualisasikan islam sebagai rahmat (jalan hidup yang mensejahterakan,membahagiakan,dan sebagainya) dala kehidupan umat manusia.dalam perwujudannya,dakwah kerahmatan dapat ditempuh dalam bentuk dakwah tadbir.Tadbir ialah sosialisasi ajaran islam kepada mad’u dengan mengoptimalkan fungsi lembagaatau organisasi dakwah formal maupun non formal,serta mencetak da’i profesional yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.1
Tadbir Islam lebih mengarah kepada proses transformasi ajaran Islam kedalam pelembagaan dan pengelolaan kelembagaan Islam. Fokus kegiatannya yaitu majelis ta’lim, ta’mir masjid, organisasi kemasyarakatan Islam, organisasi siyasah Islam, wisata religius (haji, umrah dan ziarah), pengelolaan sumber dana Islam (zakat, infak dan shadaqah).2
Dalam perkembangannya disiplin ilmu dakwah, secara teoritis dapat diketahui bahwa dalam dakwah Islam terdapat cabang dari ilmu dakwah terapan, yang dikenal dengan istilah ilmu tadbir (manajemen dakwah) (Sulthon, 2003: 125). “Manajemen Dakwah” merupakan dua kata yang berbeda asal bahasanya, namun kedua hal tersebut dijadikan disiplin ilmu yang saling memberikan kontribusi dalam penyelenggaraan dakwah. Untuk mengetahui pengertian dari dua kata “Manajemen” dan “Dakwah” perlu diulas secara etimologi dan terminology makna yang dikandung, sehingga penyatuannya menjadi sebuah disiplin ilmu terapan dakwah (tadbir). Berikut penulis uraikan pengertian keduanya baik secara masing-masing dan utuh. a. Makna dakwah Secara terminologi, berbagai ahli telah merumuskan sebagai berikut : 1) Pendapat Syekh Ali Mahfudz (1971) yang dikutip oleh Aminuddin Sanwar (1984: 3) yang berbunyi: “Mengajak manusia untuk mengerjakan kebaikan dan mengikuti petunjuk, menyuruh mereka berbuat baik dan melarang mereka dari perbuatan yang jelek agar mereka mendapat kebahagiaan dunia dan Akhirat”.3

1Cucu Nurjamilah,Ilmu Dakwah,(Pontianak:STAIN Pontianak Press,2013),hlm.13.
2 Jum’ah Amin Abd Al-Aziz, Al-Da’wah Al-Qawai’d Wa Ushul, Iskandariyyah, Dar Al-Da’wah, 1997, hlm. 19.
3 http://ejournal.iain-jember.ac.id/index.php/altatwir/article/view/814,hlm.2-3.

Komentar